Entrepreneurship

Fokus Inovasi Rayya Home: Erlina, Yuanita, Venny Tolak Tawaran dari Luar Negeri

Yuriantin Sabtu, 11 November 2017 08:00:36
Fokus Berinovasi: Erlina, Yuanita, Venny Tolak Tawaran dari Luar Negeri (Markuat / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Sukses bisnis karpet buatan tangan lewat online dengan label Rayya Home yang dimulai secara online, Erlina Anastasia (39), Yuanita Dwiyana (39), dan Venny Vernita (40), membuka toko pada Juni 2016 di Jakarta. Tujuannya, untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. 

Tak disangka, banyak calon konsumen berkunjung ke toko yang didirikan trio lulusan Institut Teknologi Bandung itu bersama beberapa label produk lokal lain.

Setiap bulannya, Rayya Home rata-rata menerima pesanan hingga 25 karpet.

Berbagai tawaran juga datang dari Singapura dan Malaysia.

"Sejauh ini masih mentok di pengiriman karena biaya pengiriman yang luar biasa mahalnya, meski pernah ada yang menyiasatinya dengan kargo pesawat," ungkap Erlina yang menjadi humas Rayya Home ini.

Tawaran lain datang dari pengrajin India yang menawarkan produk mereka. Namun ditolak.

Fokus Berinovasi: Erlina, Yuanita, Venny Tolak Tawaran dari Luar Negeri (Markuat / tabloidbintang.com)
Fokus Berinovasi: Erlina, Yuanita, Venny Tolak Tawaran dari Luar Negeri (Markuat / tabloidbintang.com)

Ketiga wanita ini lebih memilih fokus berinovasi hingga memproduksi ragam produk selain karpet sejak Agustus 2016.

Berbahan dasar natural seperti rotan, eceng gondok, dan pelepah pisang, muncullah inovasi membuat keranjang, bantal, hingga kursi cantik untuk menghias area yang nyaman di rumah.

Erlina berharap Rayya Home bisa terus mengusung produk lokal hingga bisa membantu menyejahterakan para pengrajin lokal.  

 

(yuri / gur)

 

Penulis Yuriantin
Editor Tubagus Guritno
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
loading...
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.