Ribuan Warga Jadi Saksi Pemutaran Perdana Trailer Love For Sale 2

Ari Kurniawan Selasa, 1 Oktober 2019 09:30:28
Pemain film Love For Sale 2. (Visinema)

TABLOIDBINTANG.COM - Ribuan orang menyaksikan pemutaran perdana trailer film Love For Sale 2 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (29/9) malam. Trailer diputar di sela pertunjukan air mancur menari, yang rutin berlangsung di lokasi tersebut.

Tak hanya pemutaran trailer, warga juga disapa langsung oleh para pemain film Love For Sale 2, di antaranya Della Dartyan, Bastian Steel, Ratna Riantiarno, Revaldo, dan Ariyo Wahab. Hadir juga Andibachriar Yusuf selaku sutradara.

Masing-masing pemain diberi kesempatan untuk bercerita tentang karakter dan pengalaman menarik selama syuting film Love For Sale 2. Della Dartyan, misalnya. Aktris cantik ini bertutur tentang sulitnya beradu akting dengan Adipati Dolken.

Pemain film Love For Sale 2. (Visinema)
Pemain film Love For Sale 2. (Visinema)

"Lucunya sama Dodot (sapaan Adipati) dia sudah sahabatan lama sama aku. Jadi tantangan bagi kami untuk numbuhin chemistry. Beda kan sahabatan jadi romansa cinta gitu," ungkap Della Dartyan. 

Di film pertama, Della Dartyan beradu akting dengan Gading Marten. Dibanding dengan Adipati Dolken, menurut Della, kedua aktor tersebut punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. 

"Waktu sama Gading dia ngebayangin sama Rio Dewanto," ceplos Andibachtiar Yusuf lantas tertawa. 

"Ada scene yang berat dua-duanya. Mungkin lebih berat sama Adipati, karena harus bangun chemistry jadi kekasih itu susah. Soalnya selama ini kami sahabatan," bilang Della Dartyan

Pemain film Love For Sale 2. (Visinema)
Pemain film Love For Sale 2. (Visinema)

(ari)

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.