Diminta Rujuk dengan Dipo Latief, Nikita Mirzani Sebut Mantan Suaminya Sampah

Altov Johar Kamis, 14 Pebruari 2019 18:00:00
Diminta Rujuk dengan Dipo Latief, Nikita Mirzani Sebut Mantan Suaminya Sampah (Seno / Tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan meminta Nikita Mirzani hadir di sidang isbat nikah dan cerai dengan Dipo Latief, pada 28 Februari 2019. Nantinya akan ada beberapa hal yang ditanyakan majelis hakim dan sangat prinsip terhadap janda dua anak itu.

Selain itu majelis hakim tentunya akan menasihati Nikita Mirzani agar tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Dipo Latief. Lantas apa tanggapan Nikita atas permintan majelis hakim untuk rujuk dengan Dipo?

"Ih dia udah nyampah kemana-mana. Masa aku disuruh rujuk sama sampah. Enggak mungkin dong," ujar Nikita Mirzani di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (14/2).

Nikita Mirzani saat masih rukun dengan Dipo Latief (Pri / Tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani saat masih rukun dengan Dipo Latief (Pri / Tabloidbintang.com)

Menurut Nikita, masih banyak pria di luar sana yang ingin menjadi pasangannya. Sehingga Nikita merasa tak perlu lagi melanjutkan kebersamaannya dengan Dipo. "Udah lah enggak usah rujuk-rujuk, kan masih banyak laki kok yang mau sama aku diluar sana," imbuh Nikita.

Saat ini Nikita diketahui tengah berbadan dua. Diharapkannya Nikita rujuk dengan Dipo, bayi yang kini di kandungannya mempunyai status yang jelas karena memiliki orang tua yang utuh.

"Siapa juga yang mau diakuin. Diakuin enggak diakuin tidak menjadi kebanggan buat saya. Karena saya enggak pernah menyusahkan hidupnya (Dipo Latief). Yang ada hidupnya saya bikin senang, nggak adalah ngapain juga," pungkas Nikita Mirzani.

(tov / wida)

Penulis Altov Johar
Editor Wida Kriswanti
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.