Penjelasan Elza Syarief Soal Rencana Lapor Presiden

Supriyanto Selasa, 10 September 2019 12:45:08
Elza Syarief berencana mengadu ke presiden. (Altov/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Elza Syarief sempat diberitakan akan mengadu ke Presiden Jokowi karena mendapat perlakuan tak enak terkait perseteruannya dengan Nikita Mirzani.

Namun, saat ditanya soal rencananya itu, Elza Syarief membantah akan melaporkan Nikita Mirzani. Menurut pengacara yang membela Sajad Ukra itu, dirinya tidak pernah mengutarakan ingin melaporkan Nikita ke presiden. Elza menganggap Nikita bukanlah masalah penting hingga harus mengadu ke Presiden.

"Ya kan bukan dia (Nikita) yang dilaporin, aduh ketinggian dia itu siapa mesti dilaporin ke Presiden. Itu urusan polisi lah," ucap Elza Syarief usai mengisi acara di Trans TV, Jl.Tendean, Jakarta Selatan, Senin (9/9).

Elza Syarief menerangkan, yang akan dibawa ke presiden berkaitan dengan ketegasan negara melindungi harga diri perempuan. Elza juga akan mempermasalahkan acara televisi dengan host Hotman Paris yang menurutnya sebagai tayangan sadis.

"Ya acara itu, karena itu udah masuk ke seluruh dunia. Duta-duta besar juga mau lihat ketegasan Negara Indonesia ini bagaimana melindungi perempuan dan bagaimana mengatasi tayangan-tayangan yang sadis seperti ini," terang Elza Syarief.

Dikatakan Elza Syarief, sah-sah saja dirinya mengadu kepada Presiden karena merasa telah terhina dan teraniaya.

"Saya sendirian di sana dan tidak disetop malah ditayangkan, itu kan pelecehan terhadap perempuan dan advokat. Kita boleh aja mengadu karena itu presiden kita dan saya memang terlalu teraniaya, dan mereka maaf aja enggak," pungkas Elza Syarief.

(pri/ari)

Penulis Supriyanto
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.