Kata Pengacara, Tuduhan sebagai Cepu Sangat Merugikan Nikita Mirzani

Supriyanto Selasa, 19 November 2019 12:00:23
Fitri Salhuteru, sahabat Nikita Mirzani. (Supriyanto/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Nikita Mirzani membawa sahabatnya, Fitri Salhuteru, untuk memberi keterangan sebagai saksi atas laporan terhadap Elza Syarief di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (18/11) malam.

Nikita Mirzani melaporkan Elza Syarief karena tidak terima dituduh sang pengacara senior sebagai mata-mata alias cepu polisi.

Fahmi Bachmid, kuasa hukum Nikita Mirzani menyebutkan, tuduhan tersebut telah merugikan banyak klienya.

Nikita Mirzani (Seno/tabloidbintang.com)
Nikita Mirzani (Seno/tabloidbintang.com)

"Dan juga bagaimana akibat dari persoalan itu mengakibatkan kerugian buat Nikita secara finansial dan moril ada," ungkap Fahmi Bachmid di Mapolres Jakarta Selatan, Senin (18/11).

Fahmi menambahkan, untuk membuktikan tuduhan Elza tidak benar pihaknya akan menghadirkan lebih dari satu saksi. Namun karena alasan waktu yang tak memungkinkan, maka hanya dihadirkan satu saksi untuk penyidikan hari ini.

"Sebetulnya bukan hanya satu saksi ya ada beberapa saksi tapi karena sudah malam jadi kita hanya hadirkan satu saksi," terang Fachmi Bachmid.

Sementara sebagai sahabat, Fitri Salhuteru juga mengaku penasaran dengan kabar Nikita Mirzani sebagai informan polisi. Dia berharap kesaksiannya bisa menyelesaikan kasusnya dengan Elza Syarief. ,

"Ada tapi kan enggak boleh saya jelasin di sini. Beberapa pertanyaan sudah saya jawab mudah mudahan bisa cepat selesai masalahnya.Saya ingin tahu juga ini orang yang setiap hari dekat saya partner kerja cepu apa bukan? Saya juga ingin tahu," pungkas Fitri Salhuteru.

(pri)

Penulis Supriyanto
Editor Binsar Hutapea
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.