Vicky Prasetyo Sebut Hubungan Kalina dan Ayahnya Kurang Baik, Susah Dapat Restu Nikah

Ari Kurniawan Kamis, 25 Pebruari 2021 16:00:04
Pernikahan Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarani, yang sedianya digelar 21 Februari 2021, batal terwujud (Supri/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Pernikahan Vicky Prasetyo dan Kalina Oktarani, yang sedianya digelar 21 Februari 2021, batal terwujud. Belum adanya restu dari ayah Kalina jadi penyebab utama. 

Vicky Prasetyo berharap pernikahannya bisa dihelat pertengahan Maret mendatang. Tapi, itu juga belun pasti karena belum ada tanda-tanda calon mertuanya melunak. Ditambah lagi, saat ini ayah Kalina masih berjuang melawan Covid-19.

"Masih nunggu tanda tangan papanya Kalina. Kemarin kepala KUA nanyain kapan bisa fix selesai urusan tanda tangannya, aku bilang masih berjuang karena kan papanya Kalina masih Covid," jelas Vicky Prasetyo, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/2).

Diungkapkan Vicky Prasetyo, dirinya bukan tidak diterima oleh ayah Kalina. Belum adanya restu, menurut mantan suami Angel Lelga itu, disebabkan karena hubungan yang kurang baik antara Kalina dengan ayahnya. 

"Ada suatu komunikasi yang kurang baik antara Kalina dan papanya selama dua tahun sebelum sama aku. Ini jadinya PR pertama yang harus diperbaiki dulu, aku kan harus membenahi benang yang kusut, jadi harus sabar pelan-pelan satu persatu," bilang Vicky Prasetyo. 

Vicky Prasetyo sendiri sudah berusaha untuk mengambil hati ayah Kalina, denga berkunjung langsung ke kediamannya, di kawasan Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan. 

"Ya aku sempet ke rumah, terus berikan sesuatu buat kesembuhan Covid papa dan lain-lain, tapi ya kita lihat gimana responnya," tutup Vicky Prasetyo.

(ari)


loading...
Penulis Ari Kurniawan
Editor Redaksi
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.