Lewat Night Bus, Teuku Rifnu Belajar Proses Peran yang Benar

TEMPO Rabu, 15 November 2017 02:30:22
Teuku Rifnu Wikana (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Hasil tak mengkhianati proses, ungkapan ini cocok dilekatkan dengan apa yang belum lama ini diraih aktor Teuku Rifnu Wikana.

Pemeran Utama Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2017 menjadi penghargaan tertinggi yang diperoleh Rifnu sepanjang akrir beraktingnya.

Pengalaman berakting Teuku Rifnu Wikana bisa dibilang punya jejak panjang. Ia mulai berteater sejak kelas 4 bangku sekolah dasar. Ia pun lanjut aktif berteater dengan pamannya yang berperan sebagai sutradara.

Terjun ke dunia film, Rifnu tak pernah main-main. Beberapa perannya pernah masuk nominasi dalam ajang penganugerahan insan film.

"Sudah beberapa kali nominasi, dan hari ini bisa mengambil ini. Saya berterima kasih sekali. Dengan semuanya lah, saya bingung. Pokoknya saya puas banget," kata Rifnu usai menerima Piala Citra di Grand Kawanua, Manado, Sabtu 11 November 2017.

Teuku Rifnu Wikana berharap karirnya dan keseriusannya berakting tak berhenti. Citra menurutnya adalah cambuk untuk terus berkarya. “Ini mengingatkan saya enggak boleh lalai untuk menjalani proses seni peran,” ujar Rifnu.

Teuku Rifnu Wikana (Seno Susanto / tabloidbintang.com)
Teuku Rifnu Wikana (Seno Susanto / tabloidbintang.com)

Menurut Teuku Rifnu Wikana, dirinya tak akan bisa mencapai segala yang telah ia peroleh hingga saat ini tanpa melalui banyak proses.

Di film Night Bus, yang juga memenangkan Piala Citra sebagai Film Terbaik FFI 2017, Rifnu turut ambil peran sebagai penulis skenario dan juga produser.

Rangkap peran yang ia lakukan dalam film yang digarap cukup lama ini membuatnya belajar banyak hal soal film itu sendiri.

"Night Bus salah satu film yang menjalani proses paling benar sepanjang saya berperan,” tutur Teuku Rifnu Wikana.

 

TEMPO.CO

Penulis TEMPO
Editor Tubagus Guritno
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.