Menonton Lagi Sinetron "Wulan", Sutradara Membantah Jiplakan Korea

Panditio Rayendra Selasa, 26 Agustus 2014 18:15:53
Chemistry Dhini Aminarti dan Aditya Herpavi yang ciamik sukses membius pemirsa (dok.SinemArt)

TABLOIDBINTANG.COM - SINETRON Wulan tayang lagi di RCTI.

Setiap Senin-Jumat, pukul 07.00 WIB, Anda bisa menyaksikan kembali sinetron garapan SinemArt Productions ini. Wulan, tayang pertama pada 30 Oktober 2006.

Kala itu, baru RCTI saja yang mengisi slot late primetime, pukul 21.00 WIB dengan sinetron stripping (SCTV baru mengikuti pada Januari 2007—red). Wulan cukup lama bertahan, menembus 146 episode.

Chemistry Dhini Aminarti dan Aditya Herpavi yang ciamik sukses membius pemirsa. Sinetron ini juga menampilkan Asmirandah dan Shireen Sungkar. Tabloid Bintang pernah mengulas sinetron Wulan pada edisi 827, Minggu Keempat Februari 2007, penulisnya Indra Kurniawan.

Tayang ketika tren sinetron adaptasi mewabah, sutradara (kini almarhum) Noto Bagaskoro menjawab tuduhan yang menyebut Wulan jiplakan.

****

Kebanyakan, cerita sinetron belakangan ini sudah tidak orisinil lagi. Ada yang menjiplak Korea. Ada yang meniru Jepang. Ada pula yang mengadaptasi drama Taiwan.

Tidak terkecuali sinetron Wulan yang dibintangi Dhini Aminarti, Alice Norin, Giovanni, dan Aditya Rachman. Seorang pembaca tabloid ini pada edisi 824 lalu, membuat daftar sinetron-sinetron jiplakan di surat pembaca.

Salah satunya Wulan yang konon menjiplak drama Korea, Yellow Handkerchief. Ada yang bilang juga menjiplak Term of Endearment. Namun, sutradara Wulan, Noto Bagaskoro, yang juga membawa sukses Liontin beberapa waktu silam, membantah Wulan sinetron jiplakan.

"Ini enggak (jiplakan). Cerita begini 'kan enggak jalan di tempat lain. Ini cerita Indonesia banget," tegas Noto yang ditemui di lokasi syuting kawasan Cibubur, Rabu (21/2) lalu.

Terlepas sinetron jiplakan atau bukan, Wulan yang ditayangkan RCTI Senin-Jumat, 21.00 -22 WIB ini terbukti berhasil memikat penonton.

Skenario Wulan boleh dibilang rapi. Alur ceritanya tidak naik turun, walaupun ritmenya lambat. Ini beda dengan sinetron kebanyakan yang sudah menggebrak di awal-awal episode.

"Orang bisa ngikuti dengan enak. Lalu, dia punya penonton setia. Nah, saat ini penonton setianya itu yang banyak," kata Noto.

Istimewanya lagi, tidak ada tokoh yang terlalu menonjol di Wulan. Menurut Noto, Wulan ingin mengajak penonton terlibat di dalamnya, bukan hanya nonton saja.

Hasilnya, Wulan merangkak naik ke sepuluh besar perolehan rating, tepatnya posisi sembilan, hasil survey AC Nielsen periode lalu. "Ini baru pertama kali.

Sebelumnya selalu di luar 10 besar," kata Noto dengan nada bangga. Siapa penonton Wulan? Kata Noto, bukan hanya ibu-ibu atau remaja putri, tapi juga bapak-bapak.

Jalan cerita Wulan memang realistis dan banyak terjadi di masyarakat kita. Sepasang kekasih memadu kasih bertahun-tahun, lalu hamil. Tiba-tiba, si cowok meninggalkan si cewek tanpa ada masalah sebelumnya dan menikahi cewek lain yang tajir (harta berlimpah). Sakit hati? Sudah pasti.

Cewek mana sih yang mau menerima begitu saja kelakuan cowok seperti itu? Cerita Wulan berawal ketika Wulan (Dhini Aminarti) menghadapi kenyataan pahit, kehilangan cinta sejatinya, Budi (Giovanni), yang telah sembilan tahun berpacaran. Wulan tak terima begitu saja, mengingat sedang hamil muda.

Wulan tidak buru-buru mengambil keputusan untuk menggugurkan kandungannya. Wulan minta petunjuk pada Yang Maha Kuasa. Sementara itu, Budi sudah menggendeng pacar baru, yang tak lain bosnya di Perusahaan Grup Hotel Alam Kencana, Aline (Alice Norin) yang berkarakter agresif, tegas, dan nyebelin.

Aline cinta berat pada Budi. Budi memacari Aline hanya ingin mendapat hartanya. Budi mengalami dilema. Di satu sisi, ia ingin sekali memperbaiki taraf hidupnya. Di sisi lain, ia sudah terlalu dekat dengan keluarga Wulan. Budi akhirnya menikah dengan Aline. Konflik kembali muncul ketika Aline dinyatakan tidak bisa punya anak karena rahimnya telah diangkat akibat keguguran.

Wulan juga menemukan tambatan hati baru, Awan (Aditya), yang mau bertanggung jawab atas bayi yang ada di kandungannya. Tidak mudah buat Awan mendapatkan cinta Wulan. Sebagai anak pertama, Wulan harus menggantikan posisi ayahnya dalam mengurus keluarga. Wulan tak sendiri, ada adiknya, Nugroho alias Nunu (Ryo Refan) dan Shinta (Shireen Sungkar). Namun, penghasilan Nunu tidak cukup untuk membantu Wulan menopang kehidupan keluarga.

Nunu akhirnya menikah dengan Donna (Caca Frederica), putri satu-satunya keluarga Jayadi, pemilik perusahaan jasa kurir, tempat Nunu bekerja. Awalnya Nunu-Donna hidup bahagia, walaupun agak terpaksa - Nunu menikahi Donna bukan atas dasar cinta.

Suatu hari Nunu bertemu Baby (Asmirandah), adik Aline, secara tak sengaja. Beda dengan Aline yang sangat gila kerja, Baby lebih supel dan hangat. Karena sering bertemu, timbul benih-benih cinta di hati Nunu-Baby. Wulan tidak tahu Baby itu adik dari perempuan yang telah merebut Budi dari sisinya.

Konflik makin berkembang ketika Awan yang berniat menikahi Wulan, tapi mendapat halangan neneknya, akan meninggalkan Wulan ke Papua sebagai sukarelawan.

Wulan akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki. Ia tumbuh besar menjadi anak yang cerdas. Budi tidak tahu. Aline beda lagi. Ia berusaha meyakinkan ayah Budi (Hengky Sulaeman) agar mau menerima anak hasil adopsi.

Bagaimana dengan Shinta? Sifatnya yang masih kekanak-kanakan menjadi penghalang baginya untuk menjalin cinta dengan Bagus (Handika Pratama). Waktu terus berlalu.

Hidup Wulan makin merana. Hatinya belum juga bisa menerima kenyataan pahit hidupnya. Hingga episode 80-an yang telah tayang, akhir cerita Wulan masih sulit diprediksi.

Apakah Wulan akan menikah dengan Awan? Akankah Budi balik ke pelukan Wulan? Bagaimana dengan Nunu yang berada di persimpangan jalan?

Menurut Hengky yang imejnya lekat dengan film komedi, cerita Wulan memang dikemas secara menarik sehingga bisa membuat penonton penasaran.

"Skenarionya juga cukup hidup. Scene-nya nggak panjang-panjang banget. Itu yang membuat orang nggak bosan. Nah, sampai sekarang ceritanya masih kuat. Kelihatan, desain ceritanya dari awal untuk ke belakang sudah dibikin," kata Hengky menjelaskan.

Hengky mengaku senang dengan respon penonton terhadap sinetronnya. Tak heran banyak SMS masuk, menginginkan alur cerita Wulan diubah. Misalnya, dengan menggugurkan kandungannya, Wulan bisa terus bersama Awan.

"Tidak semudah itu. Konfliknya bakal nggak setajam sekarang," cetus Hengky.

Noto menambahkan, akhir cerita Wulan masih lama. "Apa pun yang berhubungan dengan dramatikal, poinnya masih banyak banget. Misalnya, hubungan Budi dengan bapaknya, lalu bapak Budi ingin anak yang dilahirkan Wulan segera diambil. Dampaknya, hubungan Wulan dengan bapak Budi yang tadinya bagus, jadi jelek," cerita Noto menggebu-gebu.

Soal akhir cerita Wulan, Noto ogah membeberkan. Katanya, tergantung kebutuhan. Tapi, Noto menjamin, Budi tidak akan kembali lagi pada Wulan."Itu menyalahi kodrat," kata Noto. 

Senada dengan Noto, Giovanni bilang, kemungkinan Budi balik lagi dengan Wulan tipis. Gio sadar, tak sedikit penonton yang benci dengan karakter yang dimainkan.

"So far sih ibu-ibu yang sebal. Ya, itu salah satu kesuksesan saya membawakan peran itu," katanya.

Penulis Panditio Rayendra
Editor Tubagus Guritno
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.