Tak Ada Gading Marten, Adipati Dolken Wajah Baru di Film Love For Sale 2

Ari Kurniawan Senin, 9 September 2019 09:15:26
Adipati Dolken wajah baru di Love For Sale 2. (Bambang/tabloidbintang.com)

TABLOIDBINTANG.COM - Ketidakhadiran Gading Marten dalam jumpa pers film Love For Sale 2 baru-baru ini sempat mengundang tanda tanya. Bagaimana tidak, Gading yang berperan sebagai Richard, merupakan bagian penting dari cerita film tersebut. 

Belakangan terungkap bahwa Love For Sale 2 bakal menyuguhkan cerita baru, dengan aktor dan aktris yang sebagian besar juga baru. Karakter Arini Chaniago masih dipercayakan kepada Della Dartyan. Della dipasangkan dengan aktor muda yang tengah laris di industri film, Adipati Dolken. 

Keterlibatan Adipati Dolken terungkap lewat cuplikan teaser terbaru film Love For Sale 2 yang dirilis Visinema Pictures. Video berdurasi 42 detik itu memperlihatkan Della Dartyan bersama Adipati dalam sebuah adegan.

Jumpa pers film Love For Sale 2. (Ari/tabloidbintang.com)
Jumpa pers film Love For Sale 2. (Ari/tabloidbintang.com)

Diawali dengan adegan Adipati Dolken membuka aplikasi pencari pasangan. Adipati rupanya hendak mencari jodoh yang sesuai dengan kriteria ibunya.

Della tiba-tiba mendatangi rumah Adipati Dolken dan memperkenalkan diri sebagai kekasihnya dari Bandung. Della pun terlihat berusaha meluluhkan hati ibu Adipati Dolken.

Dalam unggahannya, Visinema Pictures memberi gambaran cerita Love For Sale 2. Adipati Dolken disebut memerankan tokoh baru bernama Indra Tauhid.

"Siap-siap bertemu dengan Ibu Rosmaida, yang seringkali mendesak anaknya, Indra Tauhid untuk segera menikah. Hingga Arini pun datang ke kehidupan mereka.......".

Penulis Ari Kurniawan
Editor Ari Kurniawan
Install App Bion
Akses berita dan gosip lebih mudah
Download Aplikasi Android
Google playstore
YANG INI LEBIH HEBOH
loading...
KOMENTAR
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.