TABLOIDBINTANG.COM -  Yuki Kato mengaku kesulitan memerankan tokoh santriwati di film terbarunya "Cahaya Cinta Pesantren". "Jujur, sulit jadi santriwati, apalagi saya enggak ada background jadi santri dan mondok. Ikut pesantren kilat juga udah lama banget dan cuma tiga hari doang," ujar Yuki saat jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta , Senin (9/1).

Gadis berusia 21 tahun itu menjelaskan, sebelum proses syuting dirinya sempat di karantina selama empat hari. Alasannya, agar Yuki dan pemain lain bisa tahu secara detil, kegiatan anak pesantren selama di pondokkan.

"Bayangin aja, kota Medan lagi panas banget, enggak ada kipas apalagi AC. Sudah gitu kita tidur bukan di kasur yang benar-benar empuk, jadi kita emang benar-benar harus bisa rasain kayak sudah lama tinggal di pesnatren," jelas Yuki Kato.

Baca juga

Yuki Kato berperan sebagai santri di film Cahaya Cinta Pesantren (Markuat/tabloidbintang.com)
zoom

Meski harus tersiksa selama di lokasi syuting, Yuki merasa senang dan mendapat  pengalaman baru tentang kehidupan di pesantren. "Seru banget, pokoknya selama syuting banyak pengalaman-pengalaman unik yang aku dapat. Salah satunya ya, pakai jilbab anak pesantren, soalnya saya baru tahu ternyata jilbab seorang santri itu tidak asal-asalan seperti hijabers-hijabers yang lagi ngetrend," terang artis berdarah Jepang tersebut.

Yuki Kato berperan sebagai Marsila Shilalahi di film Cahaya Cinta Pesantren. Marshila merupakan seorang anak perempuan berdarah Batak dari keluarga nelayan yang tinggal di pinggiran Danau Toba. Marsila dipaksa sang ibu untuk melanjutkan sekolahnya di pesantren. Meski sudah menolak,  sebagai seorang anak, Marsila hanya bisa menuruti permintaan orangtuanya.

(fata/ari)